Dibawah ini akan kami ulas beberapa pertanyaan yang dianggap sebagai pertanyaan sulit untuk calon ketua organisasi yang biasanya diajukan dalam sesi tanya jawab menuju pemilihan ketua organisasi. 1. Apa motivasi anda hingga ingin menjadi seorang ketua organisasi? Baca Juga Hewan Apa yang Memakai Celana Puntung?
Pengertian Semangat Kerja, Moral & Budaya Kerja Apa yang dimaksud dengan tiga istilah di atas? Semangat kerja adalah sebuah dorongan keinginan dan kesungguhan yang dimiliki oleh seseorang dalam mengerjakan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh dan sikap yang disiplin demi mencapai prestasi kerja yang maksimal sesuai dengan yang ditargetkan. Hampir sama dengan moral, moral adalah suasana batiniah yang dimiliki seseorang dan mempengaruhi perilaku individu tersebut dalam berperilaku di dalam organisasi. Bagaimana dengan moral kerja? Moral kerja adalah dorongan semangat yang dimiliki individu untuk berpartisipasi secara maksimal di dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Selain itu, budaya kerja adalah pandangan hidup yang berisi nilai-nilai dan tujuan untuk mengubah sikap dan perilaku individu sebagai Sumber Daya Manusia agar dapat meningkatkan produktivitas kerja dalam menghadapi berbagai tantangan kerja di masa depan. Moral kerja yang tinggi akan mempengaruhi semangat kerja yang dimiliki seseorang, dan kondisi ini juga akan berkontribusi untuk membentuk budaya perusahaan yang semakin baik dari waktu ke waktu. Apa yang Harus Dilakukan untuk Meningkatkan Semangat Kerja, Moral dan Budaya Kerja? Di dalam dunia bisnis dan kerja, memiliki fokus yang tinggi terhadap hasil atau target yang diinginkan memang sangat diperlukan. Namun, tidak ada salahnya bagi kita untuk mempertanyakan banyak hal yang berkaitan dengan tujuan perusahaan, visi dan misi yang berlaku. Kita sering lupa bahwa rasa ingin tahu yang tinggi justru akan semakin membawa kita kepada kinerja yang lebih baik. Pernah dengar pepatah, “Tak Kenal, maka Tak Sayang”. Sama halnya dengan kontribusi yang diberikan pada suatu perusahaan. Jika kita hanya fokus pada tujuan tanpa mengetahuinya lebih dalam, maka semangat kerja yang dimiliki akan sangat minimal. Dengan mengajukan pertanyaan, ini akan membuat kita lebih berani dalam meminta umpan balik dari para karyawan unggul, rekan kerja, mendorong lahirnya inovasi baru, dan membantu setiap karyawan untuk mendapatkan kejelasan dalam tujuan perusahaan dan meningkatkan kinerja mereka lebih baik lagi. Selain itu, mengajukan pertanyaan juga bisa membantu kita untuk melihat apa yang kita anggap “benar” dan “salah”, sehingga ketika mengajukan pertanyaan kita akan lebih tersadar bahwa seringkali apa yang kita anggap sebuah “kebenaran” adalah kepercayaan subjektif semata yang mungkin perlu diubah. Selain itu, mengajukan pertanyaan juga akan membuat seseorang merasa lebih dihargai, didengar, dipenuhi dan diakui oleh orang-orang disekitarnya, sehingga ini akan membangun budaya kerja yang baik. Menurut website huffpost dot com, ada 15 pertanyaan penting yang dapat diajukan oleh atasan untuk meningkatkan semangat kerja, moral dan budaya kerja para karyawannya di dalam organisasi atau perusahaan. Berikut adalah penjelasannya lebih rinci. Meningkatkan Semangat Kerja & Moral Karyawan Seperti yang sudah dibahas pada awal artikel ini bahwa seseorang dengan moral kerja yang tinggi akan menghasilkan semangat kerja yang tinggi juga. Oleh karena itu, kedua hal ini memang sangat perlu ditingkatkan. Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan adalah sebagai berikut ini 1. Apa yang Menginspirasi Anda untuk dapat Sukses Setiap Hari? Pertanyaan pertama yang bisa diajukan kepada karyawan adalah menanyakan hal apa yang dapat membuatnya terinspirasi untuk bisa mendapatkan kesuksesan setiap harinya. Tidak dapat disangkal bahwa kita semua PASTI akan menghadapi tantangan kerja atau mengalami hari yang sangat buruk di kantor. Namun, pertanyaan ini akan menyadarkan karyawan bahwa dirinya bisa mencari sosok idola, mencari tahu pengalaman atau ungkapan motivasi yang dapat mendorong mereka untuk tetap meraih kesuksesan setiap harinya. 2. Apa Hal yang Paling Penting dari Pekerjaan Anda? Melalui pertanyaan ini, pimpinan akan membantu karyawannya dalam berfokus kepada hal-hal penting yang sangat berarti untuk mereka. Ketika karyawan sudah semakin paham dengan apa yang mereka yakini sangat penting, maka ini akan meningkatkan motivasi karyawan. 3. Seberapa Bahagiakah Anda? Jawab dengan Skala 1 hingga 10, dan Apa Alasannya? Para pimpinan juga sangat penting untuk mengetahui, apakah karyawan mereka merasa bahagia atau tidak selama bekerja di dalam perusahaan tersebut. Para karyawan yang merasa berbahagia pastinya akan memberikan solusi dan kinerja yang terbaik. Tetapi, kita juga perlu tahu tentang seberapa bahagiakah para karyawan? Skala kebahagiaan yang tinggi berpengaruh pada kepuasan karyawan dalam bekerja di kantor dan kepuasan yang tinggi akan membangun budaya kerja yang tinggi di dalam perusahaan. Ketiga pertanyaan di atas akan membantu meningkatkan semangat kerja dan moral kerja yang dimiliki oleh para karyawan. Nah untuk lebih mengetahui lebih jelas apakah karyawan kita berbahagia di kantor atau tidak, dua pertanyaan di bawah ini bisa membantu kita untuk mengetahuinya. 4. Kapan Anda Merasa dapat Bersenang-Senang di Tempat Kerja? Pertanyaan ini sangat cocok untuk diajukan ketika minggu-minggu yang berat telah dilalui oleh karyawan kita di kantor. Coba tanyakan pertanyaan ini kepada mereka, jika jawabannya “tidak pernah”, ini menandakan bahwa karyawan kita merasa kurang bahagia di tempat kerja. Jika memang begitu, sekarang lah saatnya bagi pimpinan untuk menciptakan kebahagiaan di dalam tempat kerja. 5. Kira-kira, Apa lelucon yang Paling Anda Sukai? Jika jawaban karyawan masih kaku dari pertanyaan ini, maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa karyawan memang merasa sangat tegang dan terlalu serius di tempat kerja, sehingga kita perlu bersikap lebih cair dalam menciptakan suasana kantor yang menyenangkan. Berbahagia dan bersenda gurau bukan berarti tidak serius dalam pekerjaan kok. Pimpinan perlu ingat bahwa karyawan tetaplah makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan orang lain, mereka bukanlah robot. Membangun dan Meningkatkan Budaya Kerja yang Kuat Baru-baru ini, Merriam-Webster menyampaikan bahwa kata “Budaya” menjadi kata yang paling terbaik dan paling terkenal di tahun ini. Melalui kata “budaya”, rekan-rekan pembaca akan tahu betapa pentingnya hal itu bagi bisnis Anda semua. 6. Sebutkan 5 hingga 10 Kualitas yang perlu dimiliki Seorang Karyawan untuk Budaya Kerja yang Kuat? Membangun budaya kerja yang kuat bisa dimulai semenjak kita menyeleksi para kandidat baru di awal wawancara. Cobalah untuk menanyakan pertanyaan ini kepada mereka dan pilihlah jawaban kandidat yang paling mendekati dengan budaya kerja yang memang diinginkan di dalam perusahaan kita. Ini adalah pertanyaan yang sangat cerdas untuk mendapatkan karyawan yang kita inginkan. 7. Apa Proses yang dapat Anda Perbaiki atau Tingkatkan? Memberikan pertanyaan ini kepada karyawan atau kandidat akan memudahkan mereka untuk terus berpikir dan berfokus pada hal-hal penting yang akan atau sedang mereka perbaiki atau tingkatkan? 8. Bagian Nilai Perusahaan mana yang Anda Ingin Kuasai? Seperti yang kita ketahui bahwa nilai-nilai perusahaan adalah kompas yang mengarahkan karyawan untuk menjadi seorang yang otonom dan tetap menjaga nilai-nilai yang ada. Dari semua nilai-nilai perusahaan yang ada, pasti ada satu, dua atau mungkin tiga nilai yang paling ingin dikuasai oleh karyawan tersebut. Mereka merasa bahwa nilai-nilai tersebut sangat mencerminkan dirinya. Tugas pemimpin dalam hal ini adalah mendukungnya dan terus memperkenalkan nilai-nilai penting yang lain, agar budaya kerja semakin meningkat dengan baik. 9. Bantuan Apa yang sedang Anda butuhkan pada Minggu ini? atau Bulan ini? Berfokus pada masa depan memang sangatlah bagus, namun kita juga perlu mengingatkan para karyawan bahwa memberikan fokus di masa kini juga sangat penting. Jika kita tidak berfokus untuk masa sekarang, maka sulit untuk memiliki masa depan yang baik. Melalui pertanyaan ini, kita akan membentuk budaya kerja yang tetap fokus pada masa sekarang. 10. Apa Saja Hal yang dapat Membuat Anda Frustasi di Tempat Kerja? Seringkali karyawan mengalami keterlambatan dalam bekerja atau merasa frustasi karena mereka mengalami beberapa kendala yang tidak berani untuk disampaikan kepada pemimpinnya. Dengan mengajukan pertanyaan ini, pemimpin akan tahu apa saja yang membuat karyawannya terkendala dan terhambat dalam pekerjaan. 11. Apakah Anda Merasa Jelas tentang Peran Anda dan Apa yang harus Anda Kerjakan? Jika Kurang Jelas, Apa Aspek yang Masih Kurang Jelas? Dalam budaya kerja yang baik, setiap karyawan harus tau dan paham tentang apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan, apa tujuan mereka dan mengapa mereka harus melaksanakan semua itu? Pesan yang jelas akan membuat karyawan lebih termotivasi, bersemangat dalam kerja dan menciptakan budaya kerja yang baik. 12. Refleksi Dari Kinerja yang Diberikan Minggu Ini, Apakah Ada yang Bisa Diperbaiki? Coba lakukan kegiatan refleksi sebelum hari Jumat berakhir bersama para karyawan, apakah ada dari kinerja yang mereka berikan di dalam minggu tersebut yang dapat diperbaiki menjadi lebih baik untuk kedepannya? Dengan melakukan refleksi secara bersama-sama seperti ini, karyawan akan termotivasi untuk memberikan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya. Mengelola Karyawan yang Introvert untuk Lebih Bersemangat Bekerja dan Meningkatkan Budaya Kerja Kita mungkin akan menghadapi sedikit kesulitan dalam menghadapi karyawan yang introvert karena tipe karyawan yang seperti ini akan sangat pendiam dan pemalu untuk menyampaikan aspirasi atau ide-ide yang mereka miliki. Tiga pertanyaan di bawah ini dapat membantu rekan-rekan pembaca untuk berinteraksi dengan karyawan introvert agar dapat membantu mereka lebih bersemangat dalam bekerja dan meningkatkan budaya kerja di kantor. 13. Apakah Baru-baru Ini Ada Diskusi Tim atau Pertemuan dimana Anda tidak bisa Membagikan Pemikiran Anda? Jika Ada, Sampaikan Saja Sekarang... Karyawan introvert biasanya cenderung memerlukan waktu yang lebih lama untuk memikirkan ide-ide cemerlang dan matang. Apalagi biasanya mereka sering didahului oleh para karyawan ekstrovert dalam menyampaikan aspirasi. Ini terjadi karena mereka memerlukan ketenangan untuk berpikir. Pertanyaan ini akan membantu karyawan introvert untuk menyampaikan aspirasi atau pendapat yang belum sempat terucapkan. Sehingga, mereka akan merasa dihargai dan diakui kehadirannya. Dengan begitu, mereka akan lebih bersemangat dalam bekerja dan budaya kerja yang baik akan terus tercipta di dalam kantor. 14. Siapa yang Ingin Anda Kenal Lebih Baik di dalam Perusahaan? Bagaimana jika Meminum Kopi Bersama dengan Mereka? Dalam kerja, pastinya banyak orang-orang yang sangat menginspirasi di dalamnya. Ketika karyawan introvert mengagumi atasan atau rekan kerja yang membuat mereka terdorong untuk memberikan prestasi lebih, mereka mungkin tidak akan menyampaikannya secara langsung. Pertanyaan ini akan membantu mereka untuk menyampaikannya dan membuka peluang bagi mereka untuk bisa berdiskusi dan meminum kopi bersama orang-orang yang dapat memotivasi mereka. 15. Adakah Sesuatu Hal yang Menghambat Anda dari Menyelesaikan Tugas? Seringkali karyawan introvert suka memendam perasaan kesal atau kekhawatiran yang mereka rasakan. Ini adalah pertanyaan yang tepat untuk disampaikan kepada karyawan introvert agar mereka merasa bahwa pemimpinnya sangat memperhatikan perkembangan mereka selama di tempat kerja. Itulah 15 pertanyaan yang bisa disampaikan kepada karyawan untuk meningkatkan semangat kerja, moral dan budaya kerja yang mereka miliki. Yuk, kita mulai terapkan dari sekarang. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice.
4 Bagaimana jika ditengah jalan, usaha anda tidak berjalan baik, atau malah bangkrut, apa yang anda lakukan? Clue : Berusaha, memulai hal lain 5. Jika Rumah atau tempat tinggal anda berada di daerah laut , apa ide yang ada difikiran anda untuk berwirausaha ? 6.
Pertanyaan Sulit Tentang Motivasi Belajar – Minggu Tidak ada pertanyaan diskusi 1 2 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan perilaku organisasi? 2. Jelaskan metode yang digunakan dalam kajian perilaku organisasi! 3. Jelaskan unit analisis dalam kajian perilaku organisasi! 4. Jelaskan hubungan perilaku organisasi dengan disiplin ilmu lainnya! 2 3 1. Jelaskan dua bentuk keragaman dalam suatu organisasi! 2. Jelaskan karakteristik pribadi terpenting yang memengaruhi perilaku organisasi! 3. Jelaskan kemampuan intelektual dan pengaruhnya terhadap perilaku organisasi! 4. Jelaskan perbedaan antara kemampuan intelektual dan fisik 5. Bagaimana organisasi mengelola keragaman secara efektif? 3 4 1. Jelaskan pokok-pokok perilaku! 2. Apakah unsur-unsur utama perilaku berhubungan atau tidak? Katakan padaku! 3. Apakah perilaku individu selalu mengikuti perilakunya? Jelaskan jawabanmu! 4. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku individu berdasarkan perilaku! 5. Jelaskan sikap utama seseorang terhadap pekerjaan! 6. Bagaimana Anda mengukur kepuasan kerja? 7. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja! 8. Apa yang lebih penting dalam mempengaruhi kepuasan kerja, gaji/gaji atau pekerjaan? Katakan padaku! 9. Bagaimana kepuasan kerja mempengaruhi hasil kerja? 4 5 1. Apa itu kepribadian? 2. Bagaimana cara mengukur kepribadian? 3. Faktor apa saja yang mempengaruhi kepribadian? 4. Apa itu MBTI? Apa yang diukurnya? 5. Jelaskan lima ciri kepribadian utama! 6. Bagaimana sifat Lima Besar memprediksi perilaku di tempat kerja? 7. Selain Lima Besar, sifat kepribadian apa yang relevan dengan perilaku organisasi? 8. Apa yang dimaksud dengan nilai? 9. Mengapa nilai penting dalam OB? 10. Jelaskan perbedaan antara nilai instrumen dan nilai terminal! Orientasi selektif, dalam proses komunikasi penerima melihat dan mendengar secara selektif berdasarkan kebutuhan, motivasi, pengalaman, latar belakang dan karakteristik pribadi lainnya mengambil apa yang menguntungkan mereka Secara defensif, ketika orang terancam, mereka bereaksi dengan cara yang mengurangi kompetensinya. Untuk mencapai saling pengertian, Kembangkan pemimpin? 11 12 1. Apa itu grup? Kelompok adalah dua atau lebih individu yang saling bergantung dan saling bergantung yang bergabung bersama untuk mencapai tujuan tertentu. Micro Teaching R A H A J U Oleh Jl. Sucipto 22/32 Malang 2. Jelaskan jenis-jenis kelompok! Kelompok Formal Kelompok ini dibangun sebagai hasil dari pola struktur organisasi dan pembagian kerja yang diidentifikasi untuk melakukan tugas. Kebutuhan dan proses organisasi mengarah pada pembentukan berbagai jenis kelompok. Secara khusus, ada dua jenis grup formal Grup Komando Grup komando ditentukan oleh bagan organisasi. Sebuah kelompok terdiri dari bawahan yang melapor langsung ke supervisor tertentu. Hubungan otoritas antara manajer departemen dan supervisor atau antara perawat senior dan bawahannya merupakan kelompok komando. Kelompok Tugas Task Group Kelompok tugas terdiri dari karyawan yang bekerja sama untuk melaksanakan tugas atau proyek tertentu. Misalnya, kegiatan staf administrasi di perusahaan asuransi adalah tugas yang harus dilakukan ketika orang melaporkan cedera kecelakaan. 3. Jelaskan lima tahap perkembangan kelompok!  Tahap formatif Tahap pertama dalam pengembangan kelompok, ditandai dengan ketidakpastian yang tinggi. Mereka adalah bagian dari grup  Tahap badai kesulitan muncul Tahap kedua dalam pengembangan kelompok ditandai dengan konflik dalam kelompok. Hapus hierarki manajemen Lebih sesuai dengan hak demokrasi. Jika manajer diberi banyak kesempatan untuk membuat keputusan sendiri, maka mengadopsi kebijakan yang memungkinkan orang lain yang ahli untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan merupakan upaya untuk meningkatkan legitimasi orang lain. Lk. Norma Pinta Tama Identifikasi Masalah Kelompok adalah suatu unit sosial yang terdiri dari dua individu atau lebih yang melakukan interaksi sosial secara intensif dan teratur, sehingga individu tersebut telah memiliki pembagian fungsi, struktur dan norma tertentu. Teamwork adalah suatu bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi dan komitmen untuk mencapai tujuan bersama secara efisien dan efektif terhadap tujuan yang telah disepakati sebelumnya. 12 13 1. Apa itu budaya organisasi dan ciri umumnya? Budaya organisasi adalah nilai-nilai yang memandu sumber daya manusia dalam pelaksanaan tanggung jawabnya dan perilakunya dalam organisasi. Karakteristik budaya organisasi 3. Faktor apa saja yang digunakan untuk membangun dan memelihara budaya organisasi? Budaya organisasi yang kuat harus dikembangkan. Suono 200455 mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi budaya organisasi, antara lain Lk. Eksplorasi Alternatif Solusi 1 Daripada hukuman, dan menekankan vitalitas dan pertumbuhan individu. SATU. Membangun budaya kekuatan karyawan yang positif bukanlah tentang mengabaikan masalah, ini tentang menunjukkan kepada karyawan cara memanfaatkan kekuatan mereka, daripada berada dalam budaya organisasi yang membantu mereka menemukan kekuatan mereka dan belajar memanfaatkan kekuatan itu. B. Menghargai daripada menghukum Meskipun sebagian besar organisasi lebih menekankan pada penghargaan ekstrinsik seperti gaji dan promosi, mereka sering kehilangan kekuatan dari hadiah yang sederhana dan tidak mahal seperti pujian. C. Organisasi yang menekankan vitalitas dan pertumbuhan mendapatkan hasil yang lebih baik dari karyawan yang menganggap diri mereka hanya sebagai roda penggerak dalam mesin. Budaya positif menghargai perbedaan antara pekerjaan dan karier. Ini mendukung tidak hanya kontribusi karyawan terhadap efektivitas organisasi, tetapi juga bagaimana organisasi dapat menciptakan nilai besar yang membantu orang berkembang. D. Batasan budaya positif bermanfaat dalam membangun budaya positif, tetapi organisasi harus objektif dan hanya mengejar efisiensi. 7. Jelaskan ciri-ciri budaya spiritual! KARAKTERISTIK ORGANISASI SPIRITUAL  Perhatian yang lebih besar terhadap tujuan Organisasi spiritual membangun budayanya berdasarkan tujuan laba dan laba bukanlah tujuan utama organisasi.  Fokus pada pengembangan pribadi Organisasi tidak hanya memberikan posisi, tetapi mereka mencoba untuk menciptakan budaya yang memungkinkan karyawan untuk terus belajar, tumbuh dan memberikan keamanan kerja.  Kepercayaan dan keterbukaan Ciri-ciri organisasi spiritual adalah saling percaya, jujur ​​dan terbuka. Manajer tidak takut mengakui kesalahan dan jujur ​​dengan karyawan, pelanggan, dan pemasok.  Pemberdayaan karyawan mampu memberdayakan karyawan agar lebih dapat mengambil keputusan terkait pekerjaan, dengan kata lain perusahaan percaya bahwa karyawan dapat mengambil keputusan secara cermat dan penuh pertimbangan bagi pelanggan.  Toleransi ekspresi karyawan Perusahaan tidak menekan perasaan karyawan, membiarkan mereka menjadi karyawan. 13 14 1. Jelaskan 6 unsur pokok struktur organisasi! SATU. Spesialisasi pekerjaan Pembagian pekerjaan menjadi beberapa langkah, masing-masing dilakukan oleh orang yang berbeda. B. Segmentasi Pengelompokan untuk membentuk segmen-segmen. C. Rantai Komando Menggambarkan bagaimana perintah mengalir dari atas ke bawah d. Rentang Kendali Jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh atasan f. Sentralisasi Suatu kondisi dimana pengambilan keputusan dipusatkan pada satu tingkat dalam suatu organisasi . Desentralisasi Status pendelegasian pengambilan keputusan ke unit-unit f. Formalisasi Mendefinisikan banyak aturan, prosedur, dan standar dalam suatu organisasi. Peraturan dan regulasi yang lebih formal Pembagian departemen yang lebih sedikit Fungsi dikelompokkan ke dalam departemen fungsional Rantai komando yang pendek Area kontrol yang sempit Karakter organik Karakter mekanistik Jawaban Diskusi Tentang Motivasi 3. Jelaskan konstruksi matriks! Struktur matriks adalah struktur dimana terdapat dua atasan di bawah bawahan, yaitu atasan fungsional dan atasan departemen, menurut buku Stephen Robbins, struktur matriks adalah struktur organisasi yang menciptakan wewenang ganda dan menggabungkan divisi departemen fungsional dengan departemen produk.  Teknologi; komputer portabel dan perangkat genggam yang lebih cepat, lebih murah dan lebih banyak; Kemunculan dan pertumbuhan situs jejaring sosial  Guncangan ekonomi; Fluktuasi Pasar Perumahan Global, Resesi Global  Persaingan; Pesaing global, merger dan konsolidasi  Tren sosial; Meningkatnya kesadaran lingkungan.  Politik dunia; Kenaikan biaya kesehatan 2. Jelaskan perbedaan antara perubahan yang direncanakan dan perubahan yang tidak direncanakan!  Perubahan terencana adalah perubahan aktivitas yang disadari dan ditargetkan.  Perubahan yang tidak direncanakan adalah perubahan dalam kegiatan yang tidak dimaksudkan dan tidak berorientasi pada tujuan. Pertanyaan sulit tentang kewirausahaan, pertanyaan tentang kewirausahaan yang sulit, pertanyaan sulit tentang kanker payudara, pertanyaan sulit tentang asuransi syariah, pertanyaan yang sulit tentang puasa, pertanyaan sulit tentang investasi saham, pertanyaan sulit tentang reksadana, pertanyaan sulit tentang keselamatan kerja, pertanyaan sulit tentang asuransi, pertanyaan sulit tentang wirausaha, pertanyaan sulit tentang saham, pertanyaan sulit tentang reksadana syariah Mendapatkanpertanyaan tentang motivasi kamu harus bisa memberikan jawaban dengan tegas. Ada banyak sekali calon pemimpin organisasi yang memberikan jawaban kuis sehingga membuat anggota merasa kurang yakin. Jika aktif di dalam organisasi tersebut bisa menjadi mencalonkan diri menjadi ketua. Pelajari berbagai macam pertanyaan untuk calon Jika kamu diberikan pertanyaan motivasi saat kerja, kira-kira bagaimana kamu menjawabnya? Pastinya kamu akan memberikan jawaban yang sungguh-sungguh agar kamu bisa menjadi pilihan kandidat yang terbaik, bukan? Nah, Di artikel ini, Glints ingin membagikan beberapa tips penting dan masukan dari Jeny Felikawaty, yang sekarang menjabat sebagai Area Activation di Saint Gobain Indonesia. Ia juga akan membagikan pengalamannya dalam menjawab pertanyaan interview ini. Pertanyaan “Apa Motivasi Kamu dalam Bekerja?” Sebenarnya apa tujuan dari dilontarkannya pertanyaan ini saat wawancara? Mengapa pertanyaan ini sangat sering kita temui di dalam sebuah interview? Ini juga merupakan salah satu poin utama yang diungkapkan oleh Jeny. Kamu perlu tahu apa tujuan rekruter bertanya pertanyaan ini. Dengan begitu, kamu bisa siapkan jawaban yang lebih sesuai ekspektasi mereka. Jangan salah, meski terdengar seperti pertanyaan biasa, pasti ada tujuannya mengapa rekruter bertanya tentang motivasi. Dari motivasi kerja yang kamu miliki, mereka akan mengukur seberapa besar kontribusi yang bisa kamu berikan. Dilansir dari Monster, perusahaan ingin mendapat kandidat yang memiliki motivasi tinggi dalam melakukan pekerjaannya. Yang diharapkan tentu bukan sekedar motivasi agar dapat bertahan hidup atau mendapatkan gaji setiap bulannya. Nah, penting untuk kita memberikan jawaban dengan kata-kata yang positif dan semangat agar pewawancara bisa tergerak hatinya dan menaruh kepercayaan kepada kita. Tujuan melakukan hal ini adalah agar kamu bisa terpilih oleh mereka. Jawaban Pertanyaan Motivasi saat Kerja Jawaban yang kamu berikan nantinya akan menjadi penilaian dari rekruter terhadap dirimu sendiri. Maka dari itu, perhatikan jawaban yang akan kamu berikan. Berikut beberapa tips yang perlu kamu perhatikan dalam menjawab pertanyaan motivasi saat kerja 1. Relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar Ketika kamu memberikan jawaban motivasi saat kerja, cobalah untuk mencari jawaban yang relevan dengan bidang pekerjaan yang akan kamu lakukan. Jangan sampai kamu malah mengatakan yang tidak sesuai dengan job desc kamu. Contohnya adalah sebagai berikut; “Saya melamar pekerjaan ini karena saya merasa hal ini sesuai dengan apa yang saya sukai. Saya adalah seseorang yang suka menulis, sehingga saya merasa pekerjaan content writer ini cocok dengan saya.” Jawaban dalam bahasa Inggris; “I am applying to this position because I believe that this job aligns with what I love doing. I have always been passionate about writing, that is why a role as content writer fits me very well.” 2. Berikan motivasi yang positif dan antusias Jawaban yang antusias dan penuh nada positif akan membuat kamu memiliki kesempatan untuk bisa bekerja di sebuah perusahaan. Pastikan jawaban kamu terdengar penuh antusias agar memberikan kesan baik pada rekruter. Berikut merupakan contoh struktur jawaban yang biasanya sering digunakan Jeny saat ia menjalani wawancara kerja. Ada 3 poin yang saling berhubungan saat menjawab. Yang pertama adalah motivasi itu sendiri. Yang kedua, aku kaitkan juga dengan dampak apa yang bisa aku berikan pada perusahaan lewat motivasi tersebut. Terakhir, biasanya aku tutup dengan harapan semoga aku bisa jadi karyawan terbaik dan loyal pada perusahaan. – Jeny Felikawaty 3. Jangan membuat diri sendiri terkesan angkuh Jika kamu ingin membanggakan kamu dan motivasi yang kamu miliki saat bekerja ada baiknya jika kamu lebih menjaga image dan tidak terlalu membanggakan dirimu sendiri. Hal ini karena kamu jadi terkesan angkuh di hadapan rekruter. Kesan tersebut akan menjadi sinyal negatif di perusahaan manapun. Pasalnya, mereka lebih membutuhkan orang yang bisa diajak bekerjasama dengan baik untuk mencapai tujuan dan target perusahaan. Kamu bisa menjawab seperti ini. “Saya adalah seseorang yang menyukai tantangan untuk terus mencapai goal. Namun, saya juga orang yang sangat menyukai kerja sama tim. Bisa belajar hal baru dari rekan-rekan kerja juga merupakan hal yang memotivasi saya setiap harinya.” Jawaban dalam bahasa Inggris; “I am a person who loves challenges especially the ones that can help me achieve my goals. However, I also value teamwork very much. Being able to learn something new from my co-workers every single day is also what motivates me at work.” 4. Menjawab dengan jujur Tips paling ampuh dalam menjawab setiap pertanyaan interview adalah dengan menjawabnya dengan jujur dan sesuai kemampuan. Menurut The Balance Careers, menjawab pertanyaan dengan jujur dapat memudahkanmu menemukan sesuatu yang menyenangkan untukmu. Dengan berkata jujur, kamu akan merasa hidupmu lebih tenang karena kamu tidak perlu takut ketahuan bahwa kamu memberi jawaban palsu. Sebaik-baiknya kamu dalam berbohong, rekruter bisa tahu dari bahasa tubuhmu, lho. Yang penting, tetap percaya diri dan jawab dengan jujur ketika wawancara. Kamu bisa memberikan jawaban sederhana seperti ini; “Saya termotivasi untuk melakukan pekerjaan ini karena saya merasa bahwa apa yang saya lakukan bisa membuat saya merasa cukup dan senang dengan hidup saya.” Contoh jawaban dalam bahasa Inggris; “As simple as this may sound, I truly am motivated to do this job because I believe what I’ll be doing here can make me feel enough and content.” 5. Beri tahu lingkungan kerja seperti apa yang memotivasi Kamu bisa memberitahu pada recruiter lingkungan kerja seperti apa yang kamu sukai. Namun, usahakan untuk selalu relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar, ya. Kamu bisa menjawabnya seperti ini; “Saya melihat pekerjaan ini akan memiliki lingkungan kerja yang akan memiliki banyak diskusi, oleh karena itu saya melamar pekerjaan ini karena saya orang yang senang terlibat dalam diskusi.” Jawaban dalam bahasa Inggris; “This position will bring me to work in an environment which require a lot of discussions. Being able to work in such circumstances is what motivates me to work since I also love engaging in a discussion.” 6. Kaitkan dengan rencana kariermu Jika posisi yang kamu lamar sesuai dengan rencana jangka panjangmu, kamu bisa jelaskan kepada rekruter. Kamu juga bisa ungkapkan bagaimana kamu sangat bersemangat dan antusias dengan tanggung jawab posisi ini. Ketika rekruter bisa melihat bahwa posisi ini ada hubungannya dengan rencana kariermu, mereka akan yakin bahwa kamu akan bertanggung jawab atas pekerjaanmu. Contoh jawabannya seperti, “Saya suka sekali mengajar. Dalam kurun waktu 3 tahun ke depan, saya ingin mengembangkan bisnis kursus untuk para pelajar. Mewujudkan kegiatan belajar yang efektif bagi mereka adalah hal yang membuat saya bersemangat dan termotivasi. Saya merasa profesi sebagai instructional designer ini bisa bantu saya mewujudkan karier impian tersebut.” Jawaban dalam bahasa Inggris “I really love teaching. In the next 3 years, I am planning to start developing courses program for the students. Being able to provide effective learning activities to help them makes me excited and motivated. I believe that working as an instructional designer can also help me achieve my career goals.” 7. Jawaban yang spesifik Semakin spesifik jawabanmu, maka akan lebih baik. Recruiter akan merasa bahwa jawabanmu benar-benar tulus dan kredibel jika kamu bisa sebutkan motivasi yang memberimu dampak positif saat bekerja. Jeny sempat membagikan pengalaman menariknya terkait tips yang satu ini. Setelah mengungkapkan bahwa motivasiku untuk bekerja adalah passion di marketing dan senang berkomunikasi, rekruter kembali bertanya, ’Kamu akan berkomunikasi dengan banyak orang, mulai dari para tukang sampai departemen sales. Apakah kamu siap?’ Saat ada follow up question itu, aku langsung beri jawaban yang lebih spesifik. Dalam berkomunikasi, aku pasti akan menyesuaikan diri dengan siapa aku bicara. Aku juga pasti akan memanfaatkan training dari perusahaan dengan sebaik mungkin.’ – Jeny Felikawaty 8. Sebutkan contoh suatu peristiwa Tips menjawab pertanyaan motivasi saat kerja selanjutnya adalah menyebutkan contoh peristiwa. Teringat kejadian spesifik yang benar-benar memotivasimu ketika bekerja? Ceritakan pada rekruter! Kamu bisa menceritakannya seperti di bawah ini. “Salah satu alasan mengapa saya menyukai profesi sebagai content creator adalah karena saya bisa buat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Suatu hari, ada followers yang mengirimkan pesan ke akun perusahaan. Ia mengungkapkan dengan panjang lebar bagaimana postingan saya ketika itu bisa bantu dia diterima kerja. Hal itulah yang membuat saya terus termotivasi.” Jawaban dalam bahasa Inggris; “One of the reasons why I love being a content creator is because I get to create something meaningful for people. One day, a follower sent us a message. He expressed his gratitude towards our contents which had helped him landing a job. This kind of story is what certainly motivates me to work.” 9. Ingat pencapaianmu terdahulu Kamu juga bisa, lho, menjelaskan bagaimana suatu prestasi atau pencapaian bisa membuatmu termotivasi saat bekerja. Hal ini juga sangat menguntungkan jika posisi yang kamu lamar berkaitan erat dengan target. Simak contoh jawabannya di bawah ini. “Motivasi terbesar saya adalah ketika saya bisa melewati batas diri sendiri. Dulu, saat kuliah, saya merasa pelajaran statistik adalah mata kuliah tersulit. Akhirnya saya belajar jauh lebih tekun dari sebelumnya dan berhasil mendapat nilai A. Jadi, rasa puas karena berhasil melewati tantangan besar adalah hal yang memotivasi saya termasuk pada saat bekerja.” Jawaban dalam bahasa Inggris; “I am most motivated when I can break my own limits. When I was in college, I struggled a lot with statistics.” I tried to study harder than ever and finally got an A at the end of the semester. The satisfaction from being able to tackle down my biggest challenge is what always motivates me, including at work.” 10. Motivasi tak harus selalu hal besar Motivasi tidak harus selalu hal yang besar. Hal-hal yang mungkin dianggap remeh oleh orang lain, bisa jadi bernilai besar bagimu. Yang penting kamu mampu jelaskan bahwa hal tersebut bisa memberimu kepuasan tersendiri dan memotivasi untuk bekerja. Contohnya seperti di bawah ini. “Bagi sebagian orang, pekerjaan public relations mungkin hanya sekadar bertemu dengan banyak orang. Bagi saya, membangun hubungan dengan orang lain adalah suatu seni yang sangat menarik. Saya senang bisa mempelajari karakteristik orang yang berbeda-beda dan berusaha membangun hubungan baik dengan mereka. Itulah yang memotivasi saya untuk bekerja.” Contoh jawaban dalam bahasa Inggris; “For some people, public relations is only about meeting people. Meanwhile, for me personally, establishing a network with people is such an art and it is very interesting. I am delighted to be able to learn the diversities of people, how to cater to their needs and maintaining the good relationships. That’s what motivates me to work.” 11. Fokus pada skill untuk posisi tersebut Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan motivasi saat kerja adalah dengan mengingat kembali apa kekuatanmu yang bisa kamu kaitkan dengan posisi yang kamu lamar. Jika kamu sudah memiliki pengalaman kerja, inilah waktu yang tepat untuk memberi “bumbu tambahan” di jawaban, salah satunya dengan menekankan skill yang kamu punya. Nah, hal ini juga sesuai dengan salah satu contoh jawaban yang pernah diberikan Jeny Felikawaty hampir di setiap sesi interview yang dijalaninya. 12. Kaitkan dengan visi dan kultur perusahaan Berikan pernyataan bahwa visi dan kultur yang dimiliki perusahaan terkait dengan motivasi kamu untuk bekerja. Contoh jawaban yang kamu berikan bisa seperti ini; “Saya tahu bahwa perusahaan ini adalah startup, oleh karena itu ini menjadi motivasi saya tersendiri karena saya senang bekerja di lingkungan yang cepat dan result-oriented.” Jawaban dalam bahasa Inggris; “I am aware that this is a startup company, which particularly motivates me to work because I like working in a fast-paced and result-oriented environment.” Hindari Jawaban Motivasi yang Terlalu Umum Sebetulnya dalam menjawab pertanyaan ini kamu bisa menjawabnya sesuai dengan motivasi kamu yang sesungguhnya. Akan tetapi, akan lebih baik jika kamu menghindari beberapa jawaban yang terlalu umum. Jawaban semacam itu misalnya 1. Ingin mencari pengalaman baru dan menantang diri sendiri Khususnya untuk para fresh graduate, ketika kamu melamar pekerjaan pastikan kamu memang memiliki skill dan pengalaman dalam pekerjaan tersebut. Tempat kerja sudah bukan lagi tempat untuk kamu mencari pengalaman yang baru. Perusahaan akan memilih fresh graduate lainnya yang sudah memiliki pengalaman dalam bidang yang dibuka. Jadi, pastikan bahwa skill dan pengalaman yang kamu milikisudah cocok dan siap kerja ya. Kamu bisa menjawabnya seperti ini; “Saya tertarik dengan pekerjaan ini karena saya merasa pekerjaan ini sesuai dengan bidang yang saya minati. Saya sudah memiliki berbagai pengalaman internship di bidang ini agar saya bisa membuat diri saya familiar dengan pekerjaan ini.” 2. Mengisi waktu luang Jawaban seperti ini akan dilihat sebagai jawaban yang konyol dan tidak serius. Hal ini justru akan mengurangi nilai kamu di mata recruiter. Kamu akan dianggap tidak serius dalam bekerja dan bahkan terkesan sembarangan. Apalagi, jika pekerjaan yang akan kamu kerjakan bukan sekadar pekerjaan yang main-main. Penting untuk selalu berikan motivasi yang terbaik ketika kamu bekerja. Maka dari itu, pikirkan baik-baik setiap jawaban yang akan kamu ucapkan selama wawancara. Kamu bisa menjawabnya seperti ini; “Saya sangat serius untuk pekerjaan ini karena saya ingin berkarier di bidang yang saya minati. Selain itu, saya pun ingin memberikan yang terbaik setiap waktunya.” 3. Mendapatkan gaji yang lebih baik dari yang sebelumnya Membicarakan mengenai gaji dalam menjawab pertanyaan motivasi saat kerja bukan pilihan yang baik. Jawaban ini pun bukan motivasi yang diharapkan oleh rekruterterhadap kandidatnya. Karena pasti kamu akan dibayar untuk pekerjaan yang kamu lakukan. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Jeny. Meski benar ini menjadi salah satu motivasi, sebaiknya kamu tekankan pada motivasi lain yang lebih positif. 4. Berfokus pada diri kamu sendiri Memang proses interview dilakukan oleh rekruter untuk mengetahui diri kamu sendiri. Namun, jangan membuatnya selalu berfokus pada dirimu saja. Selalu berikan motivasi seperti tanggung jawab dari pekerjaan yang membuatmu tertarik. Contohnya adalah seperti ini; “Saya tertarik dengan pekerjaan ini karena setelah melihat job desc dari pekerjaan ini, saya merasa ini adalah hal yang saya sukai.” 5. Tidak ada tujuan yang jelas Rekruter tidak akan mengerti apa yang kamu mau apabila kamu tidak menjawab pertanyaan mereka dengan jelas. Kamu bisa menjawabnya seperti ini; “Saya merasa pekerjaan ini cocok untuk saya karena saya memiliki tujuan yang ingin saya capai, seperti ingin menjadi yang terbaik di bidang ini dalam 2-3 tahun ke depan.” 6. Tidak ada kaitan dengan pekerjaan yang kamu lamar Hindari memberikan detail yang tidak ada di dalam job desc yang kamu lamar. Hal ini bisa menandakan bahwa kamu tidak tahu apa yang harus dikerjakan di mata rekruter. Kamu bisa menjawabnya seperti ini; “Setelah saya melihat job desc dari pekerjaan ini, saya merasa ini adalah hal yang cocok untuk saya karena saya memiliki skills yang diperlukan untuk hal tersebut.” Itu dia beberapa tips yang bisa kamu siapkan ketika menjawab pertanyaan motivasi saat kerja. Yuk, praktikkan ilmu jawab pertanyaan wawancara kerja ini dengan lamar lowongan kerja yang cocok buatmu! Lihat berbagai peluangnya di Glints sekarang. CEK LOWONGAN LAINNYA Pastikan kamu selalu menyiapkan diri dan jawaban yang akan diberikan, ya. Dengan begitu, kamu akan dianggap lebih siap oleh rekruter. Selain untuk pertanyaan ini, Glints Blog masih punya tips lain untuk menjawab pertanyaan interview, lho! Dirangkum dari sumber tepercaya, kamu akan jadi kandidat yang menarik di mata rekruter. Yuk, cek berbagai artikelnya di sini!"What Motivates You at Work?" Interview Question "What Motivates You?"
10Pertanyaan Sulit Ketika Wawancara Kerja Beserta Jawabannya. Proses rekruitmen karyawan yang memakan waktu lama dan panjang pastinya membutuhkan banyak tenaga dan perhatian. Untuk itu perusahaan tidak akan menyia-nyiakan begitu saja proses rekruitmen dengan memilih calon karyawan yang tidak berkompeten dan tidak memiliki kualitas yang baik.
Apa kamu sering merasa bingung, sebenarnya apa yang mendorong setiap aktivitas dan keputusan yang kamu lakukan? Apa yang membuat kamu mau melakukan apa yang kamu inginkan sekarang? Sebenarnya apa yang memotivasi kamu?Dilansir The Ladders, Paula Fendley, seorang life coach dan konsultan edukasi, menyebutkan bahwa mengidentifikasi apa yang memotivasi seseorang itu penting karena motivasi mengklarifikasi sisi kenapa’ di balik hal yang ingin dicapai seseorang dan membantu mereka lebih fokus dan gigih meski mencapai hal itu memang gak mudah. Oleh karena itu, penting untuk menemukan apa yang bisa memotivasi kamu. Kalau kamu masih bingung, ini dia 5 pertanyaan yang bisa kamu tanyakan untuk mengetahui motivasimu dalam Hal apa yang akan kamu lakukan secara cuma-cuma tanpa imbalan? ilustrasi seorang perempuan bekerja PiacquadioMereka yang bisa menjadikan motivasi mereka sebagai mata pencaharian dan mendapatkan uang darinya itu sangat beruntung. Tapi sayangnya, gak semua orang bisa begitu. Tahukah kamu kalau Vincent Van Gogh, seorang pelukis terkenal, sepanjang hidupnya hanya berhasil menjual 1 buah lukisan dari 900 karya yang ia hasilkan?Ketika kamu melakukan hal yang memotivasi kamu dan membuat kamu bahagia, uang gak akan jadi masalah. Mau kamu dibayar untuk melakukannya atau tidak sama sekali, kamu gak akan peduli. Kamu hanya mau terus mengerjakan yang kamu sukai itu, bahkan tanpa imbalan sepeser Di 10 tahun yang akan datang, kamu ingin menjadi orang seperti apa? ilustrasi seorang perempuan memegang buku dan alat tulis Piacquadio10 tahun akan datang, siapa yang kamu lihat dari dirimu sendiri? Apa kamu masih bertahan di pekerjaanmu? Atau kamu sudah menemukan pekerjaan baru dan jadi lebih bahagia? Apa yang memotivasi kamu akan terus berada di kepalamu, kamu akan terus memikirkannya setiap saat, sampai-sampai membayangkan masa depan tanpa melakukan hal tersebut membuatmu merasa akan berusaha membuat dampak dari hal tersebut. Motivasimu akan mendorong kamu berubah menjadi versi terbaik dari dirimu dan menunjukkan kualitas terbaik yang bisa kamu hasilkan. Dengan demikian, tiap harinya kamu akan merasa bersyukur dan gak banyak Apa yang senang kamu lakukan? ilustrasi seorang laki-laki bekerja Piacquadio Mungkin ini memang pertanyaan mendasar, namun motivasi memang ditumbuhkan dari hal yang kita cintai. Awalnya kamu mungkin bingung mencari hal yang kamu senangi. Orang-orang di sekitarmu kelihatan sudah menemukan jalannya, sedangkan kamu masih tetap stuck di situ-situ itu, kamu bisa coba melakukan percobaan. Untuk setiap hari dalam seminggu, coba tuliskan daftar hal-hal yang membuat kamu senang dan bisa bilang hari itu hari yang baik, juga daftarkan hal-hal yang bikin kamu menganggap itu hari terburukmu. Dengan begitu, kamu bisa melihat mana hal yang mendorong motivasimu dan mana yang menghancurkannya. Baca Juga Kehilangan Motivasi Hidup, 5 Buku ini Patut Kamu Coba Baca 4. Hal apa yang selalu ada di pikiranmu? ilustrasi seorang laki-laki berdiri di depan papan MorilloHal apa yang biasanya kamu pikirkan sebelum pergi tidur dan ketika bangun pagi? Mungkin hari-harimu terlalu sibuk dan bergerak cepat sampai kamu gak peka dengan apa yang diri kamu sendiri coba katakan ke kamu. Kamu bisa tuliskan kira-kira apa yang kamu pikirkan pertama kali ketika bangun di pagi hari. Dengan demikian, kamu akan lebih mudah mengetahui hal yang itu, hal apa yang juga selalu ada di pikiranmu sepanjang hari? Secara gak sadar, kamu gak bisa berhenti memikirkannya. Kamu juga sering membicarakannya ke teman-teman dan keluarga kamu secara antusias. Hal-hal inilah yang memotivasi kamu. Kamu bisa coba tanyakan ke mereka, hal apa yang biasanya kamu bicarakan dengan semangat ketika bersama mereka?5. Hal apa yang gak pernah jenuh kamu pelajari setiap saat? ilustrasi perempuan bekerja NilovApa kamu pernah melakukan sesuatu dan saking asyiknya, sampai lupa waktu? Tiba-tiba aja udah malam dan kamu bahkan belum mandi dan makan. Inilah salah satu tanda kamu udah menemukan hal yang memotivasi kamu dalam kamu mempelajari hal yang kamu sukai dan memotivasi kamu, seberapa lama pun kamu belajar, sebesar apa pun bukunya, kamu gak akan merasa jenuh. Kamu mau memulai untuk belajar lebih mengenai hal ini, kamu mau mengorbankan waktumu untuk menguasai hal ini. Bahkan ketika gak ada yang mengawasi kamu sama sekalipun, kamu tetep mau melakukannya dengan dia 5 pertanyaan yang bisa kamu tanyakan untuk mencari tau sebenarnya apa yang memotivasi kamu dalam hidup. Manfaatkan motivasi kamu ini untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginan dan passion-mu. Jadikan motivasi sebagai aset terbesar dalam hidupmu. Dengan begitu, kamu akan selalu mencintai setiap menit pekerjaanmu dan terus termotivasi menjadi versi terbaik dirimu. Baca Juga Kehilangan Motivasi Hidup, 5 Buku ini Patut Kamu Coba Baca IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Motivasi Pertanyaan dalam wawancara atau interview tentang seputar aspek motivasiL: Ceritakan bagaimana anda pernah memecahkan masalah yang sulit. Ceritakan mengenai permasalahan yang paling sering anda hadapi dalam pekerjaan. Seandainya anda menjadi anggota suatu organisasi, maka kegiatan apa dan peran apa yang akan anda lakukan dalam

Berikutini adalah beberapa pertanyaan untuk calon pemimpin organisasi yang wajib kamu ketahui. A. Pertanyaan Tentang Kepribadian Calon Ketua Organisasi Apa sifat yang tidak kamu sukai dari dirimu dan dari orang lain? Apa sifat yang kamu sukai dari dirimu dan orang lain? Apa kelebihan yang kamu miliki dalam aspek kepemimpinan?

Pertanyaanyang paling sulit dari sesi oprec adalah studi kasus. Seandainya anda menjadi anggota suatu organisasi maka kegiatan apa dan peran apa yang akan anda lakukan dalam organisasi tersebut. PROBLEM SOLVING MEMECAHKAN MASALAH Oleh.
1 Apa alasan kamu masuk organisasi ini? Pertanyaan pertama ini pasti kamu udah familier banget nih dan akan selalu para senior tanyakan. Jawaban dari pertanyaan ini akan jadi pertimbangan buat mereka. Sebisa mungkin, gunakan alasan yang jelas, ya! Jangan hanya menjawab "karena suka" atau "karena lagi buka pendaftaran".

Pertanyaansulit tentang motivasi belajar. 45 menit selanjutnya untuk pembahasan materi moderator : Terangkan implikasi adanya perbedaan kemampuan pada proses pembelajaran di dalam kelas! Motif atau dalam bahasa inggrisnya motive, berasal dari kata motion, yang berarti gerakan atau sesuatu yang bergerak. Tiga pertanyaan untuk bangkitkan motivasi.

\n \n \n\n\n\n pertanyaan sulit tentang motivasi dalam organisasi
.
  • fnirno16k1.pages.dev/468
  • fnirno16k1.pages.dev/152
  • fnirno16k1.pages.dev/65
  • fnirno16k1.pages.dev/156
  • fnirno16k1.pages.dev/313
  • fnirno16k1.pages.dev/401
  • fnirno16k1.pages.dev/221
  • fnirno16k1.pages.dev/377
  • pertanyaan sulit tentang motivasi dalam organisasi